Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2017

AHOK LAGI

sumber gambar google.com
Saya adalah penduduk DIY, tapi lima hari dalam satu pekan saya tinggal di DKI, dan sisanya saya pulang dan tinggal di DIY. Jadi saya lebih pantas disebut penduduk DKI daripada penduduk DIY. Jadi kalau sekarang orang hiruk pikuk membahas calon gubernur DKI, sudah seharusnya saya ikut nimbrung. Tapi kalau dipikir lagi, karena yang menentukan terpilih atau tidaknya calon gubernur adalah suara pemilih yang didasarkan pada domisili KTP, maka saya pun berpikir tidak relevan kalau saya terlalu nimbrung dalam hiruk pikuknya PILKADA DKI.

Intinya silakan saja, kalau ada yang merasa bahwa Ahok mempunyai prestasi yang membanggakan untuk Jakarta, silakan beri kesempatan untuk memimpin lagi. Kalau anda selama ini mengklaim bahwa Jakarta lebih baik dari sebelumnya, silakan pilih dia. Memilihnya kembali hukumnya wajib bagi anda daripada memilih calon yang belum terbukti kinerjanya sebagai seorang gubernur.

Namun sebaliknya, jika ada yang mengatakan Ahok tanpa capaian sama sekali dan lebih banyak mudharatnya untuk Jakarta, tinggalkan dia. Jangan pilih dia untuk memimpin Jakarta lagi, karena pastinya akan membuat Jakarta semakin tertinggal dari kota-kota metropolitan lainnya. Kalau anda berpendapat seperti ini, memilih kembali berarti sebuah kesalahan besar bagi seorang warga Jakarta.

Dengan kalimat yang sederhana, alasan memilih atau tidak, antara orang yang digusur Ahok tentu berbeda dengan orang yang menikmati hasil gusuran Ahok.

Tapi sekali lagi saya tak pantas untuk berkomentar atau menilai Ahok karena saya bukan warga DKI. Tapi ada masalah yang membuat relevan kalau saya berkomentar. Walaupun itu penilaian saya sendiri. Saya ingin berkomentar terkait dengan penistaan agama yang telah dilakukan oleh Ahok. Kenapa saya berani gunakan kata penistaan (sekarang sedang disidangkan layak atau tidak disebut penistaan)? Tapi saya punya keyakinan bahwa penistaan atau bukan, dalam agama saya sudah ada yang berhak dan mempunyai kewenangan untuk memberikan penilaian yaitu MUI.

Sebagai warga Islam, ketika keyakinan saya dilecehkan, paling tidak saya harus berkomentar. Seharusnya seorang pejabat publik tidak boleh bicara sembarangan tentang agama orang lain orang di ruang publik. Dalam negara yang beragam keyakinan penduduknya, masalah agama adalah masalah sensititif. Dunia sudah membuktikan bahwa kalau kehidupan beragama tidak dikelola dengan baik, maka yang akan terjadi adalah kerepotan yang akan dialami oleh pemerintahannya. 

Satu-satunya cara untuk memaafkan perbuatan tersebut adalah adalah dengan memberikan kepastian tegaknya hukum yang adil terhadap pelaku penistaan agama. Selain menciptakan ketenangan umat, kepastian hukum juga akan membuktikan bahwa pemerintah serius dalam menciptakan suasana toleransi antar pemeluk agama. 

Penegakan hukum yang adil terhadap pelaku bukan berarti anti toleransi. Penegakan hukum yang adil adalah bagian dari menjaga toleransi. Ketika muncul peristiwa-peristiwa yang menciderai toleransi, maka satu-satunya cara adalah memberlakukan proses secara adil sehingga rasa aman dan nyaman dalam bertoleransi dapat dijaga.

Rabu, 23 September 2015

GATHOT DAN THIWUL

Agenda naik sepeda di hari Sabtu pagi biasanya saya tidak melewatkan untuk mampir membeli jajajan gathot dan thiwul. Makanan khas wilayah Yogyakarta yang memberikan kesan jajanan ndeso.

Semua orang pasti mengenal jenis makanan tersebut. Dan semua orang pasti tahu bahwa makanan tersebut berasal dari daerah Yogyakarta, atau tepatnya daerah Gunung Kidul. Tapi tidak semua orang tahu bahwa dalam tata bahasa Jawa, menulis kedua jenis makanan tersebut harus dengan ‘TH” bukan gatot dan tiwul tapi gathot dan thiwul, karena dalam bahasa Jawa antara T dan TH cara melafalkannya berbeda, yang mana TH dibaca seperti orang Bali melafalkan kata patung. Dengan menggunakan TH dalam penulisan kedua kata tersebut, maka ketika kita melafalkannya makna dan cita rasa makanannya pun mulai dapat dirasakan.

Apabila kita ke Yogyakarta, tidaklah lengkap apabila kita tidak mencicipi kedua makanan tersebut. Di hampir semua pasar pagi atau sore, kita dapat menjumpai jajanan tersebut walaupun untuk waktu-waktu sekarang ini mulai berkurang jumlah pedagangnya. Mungkin sebagian orang sudah menganggap ketinggalan jaman. Namun menurut saya, tidak ada kata ketinggalan jaman untuk kedua jajanan tersebut. Dengan rasa manis yang khas dari bahan baku ketela, memberikan nuansa rasa masa lalu dan tidak ada yg bisa menyamai.

Salah satu tempat yang menjajakan makanan tersebut adalah sebelah barat perempatan Tugu, kurang lebih 200 meter sebelah selatan jalan. Mulai pukul 5.30 pagi, warungnya sudah mulai didatangi oleh pembeli. Yang jualan adalah seorang ibu-ibu tua (simbah-simbah, orang Jawa bilang) dan biasanya dibantu oleh anak perempuannya. Sampai dengan saat menulis artikel ini, saya belum sempat ngobrol untuk menanyakan siapa nama simbah penjual gathot dan thiwul tadi. Yang jelas, simbah tadi pernah mengatakan bahwa mulai jualan sejak tahun 1963 alias sudah 52 tahun. Pantas saja rasa dan aromanya sudah teruji dan selalu ngangeni.

Bagi saya yang sering menikmati jajanan tadi, tidak berlebihan apabila saya katakan rasanya cukup sempurna. Dan buktinya para pelanggan bahkan sampai antri 15 sd 40 menit untuk mendapatkan jajanan tadi. Satu porsi biasanya dijual dengan harga Rp. 3000,- dalam bentuk “tempelan”. Selain gathot dan thiwul, simbah tadi juga menjual cenil dan lupis. Empat sekawan makanan khas Yogya yang biasa dijual dalam satu paket warung tersebut. 
 
cenil, sumber : www.google.com
Cenil adalah makanan yang terbuat dari pati ketela pohon juga. Makanan ini bisa dibentuk bulat, memanjang atau kotak kemudian diberi warna sesuai selera sebelum direbus. Cenil biasanya disajikan dengan parutan kelapa sedangkan lupis adalah kue manis yang terbuat dari beras ketan dan biasanya ditambahkan kemanisannya dengan adanya kelapa parut dan gula aren.


lupis, sumber : www.google.com










Lupis biasanya dibuat dalam bentuk bulat lonjong yang dibungkus dengan daun pisang. Ketika akan menyajikannya, lupis dipotong-potong seperti memotong lontong. 

Yang cukup menarik adalah cara motongnya, bukan dengan pisau atau sejenisnya, tetapi dengan benang yang diikatkan pada jari telunjuk simbah tadi, dan dengan cekatan simbah tadi bisa memotong dengan rapi  dan cepat. Saya sempat komentar, “wah trampil banget Mbah!” dan simbah tadi hanya menjawab,’nggih pripun malih, wong sampun kawit tahun 1963”.

Silakan dicoba, kalau ketagihan silakan ajak saya.

Kamis, 20 Agustus 2015

MAKNA 70 TAHUN

Sumber gambar : www.google.co.id


Bulan ini, negara kita memperingati hari lahirnya (baca: kemerdekaan) yang ke-70 tahun. Usai 70 tahun bukanlah usia yang muda lagi, bahkan untuk ukuran manusia, usia 70 tahun adalah usia yang sudah terhitung sangat tua. Bahkan sebagian besar manusia tidak dapat merasakan lagi usia 70 tahun, karena Allah telah memanggil ke alam barzah. Dan apabila manusia diberikan usia sampai dengan 70 tahun, maka manusia tinggal menikmati masa-masa tuanya.
Ketika usia menyentuh pada angka 60, saat itulah sebenarnya manusia memasuki masa-masa menikmati. Secara usia, saat itu manusia sudah memasuki masa pensiun. Saatnya manusia menikmati. Apa yang dinikmati, mungkin bisa anak yang sudah ‘mentas’, cucu yang sudah sudah mulai besar, atau investasi yang tinggal menikmati hasilnya saja. Beragam cara untuk bisa menikmati usia di atas 60, misalnya momong cucu, melakukan travelling ke rumah anak-anaknya yang tinggal tersebar di wilayah lain, atau menyalurkan hobby.
Apa yang kita rasakan dengan negera kita. Bulan ini negara kita genap 70 tahun. Namun kita belum merasakan nyaman di dalamnya, merasa terlindungi olehnya, dan merasa bangga menjadi warganya. Pada usia 70 tahun kita masih melihat masyarakat yang susah untuk diajak mengantri, cara berdemokrasi yang masih kekanak-kanakan, nafsu korupsi yang melebih nafsu binatang, rasa dendam antar elit politik yang mengalahkan ‘api dalam sekam’, dan masih banyak lagi bentuk ketidakdewasaan lainnya.
Kita masih melihat carut marut pengelolaan negara yang tidak terstruktur, elit politik yang melakukan manuver tanpa ada santunnya, bentrok antar warga yang bernuansa SARA, ataupun keidakmampuan negara melindungi warga dari rasa takut akan kriminalitas dan bahkan terkahir adalah bentuk ketidakadilan aparat dalam memberikan keistimewaan kepada rombongan motor gede di Yogyakarta.
Coba kita bandingkan dengan negera tetangga sebelah, Singapura (50 tahun) dan Malaysia (43 tahun). Kedua Negara mempunyai usia jauh lebih muda dari Negara kita, namun kita selalu kalah dalam berbagai hal dengan negara tersebut. Misalnya saja Indeks Persepsi Korupsi tahun 2015 milik Transparency International, kita ada di 107 sedangkan Singapura ada di 7 dan Malaysia ada di 50. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita juga jauh tertinggal dengan 2 negara tersebut.
Apa yang seharusnya kita lakukan. Sebenarnya cukuplah kita berkaca kepada negara-negara tetangga kita atau negara-negara yang sudah maju. Bagaimana mereka tumbuh menjadi negara yang sekarang dapat dibanggakan. Bukan hanya karena kita sebagai bangsa dan tinggal di dalamnya kita kemudian menjadi bangga, tetapi karena memang negara kita mempunyai sesuatu yang patut dibanggakan dan dipamerkan di depan negara-negara lain. Kita mempunyai potensi yang bisa dibanggakan, tergantung kita mau atau tidak untuk segera menjadi dewasa dan menjadi negara yang berwibawa dan membanggakan.
Salam Merdeka!

Kamis, 22 September 2011

APA SELAIN RESHUFFLE?


Isu reshuffle kabinet sedang menjadi perbicangan hangat di negeri ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah harus reshuffle? Apakah menteri yang bermasalah harus diganti? Kalau menjawab pertanyaan tersebut maka jawabannya adalah ya, reshuffle harus dilakukan. Alasannya sudah dapat kita ketahui semua, dan saya kira masyarakat juga dapat menilai.
Namun kalau kita bicara reshuffle , sebenarnya ada dua alasan yang dapat digunakan presiden untuk melakukan reshuffle, yaitu berdasarkan pertimbangan kinerja dan beradasarkan alasan tertentu. Apabila hasil evaluasi yang dilakukan oleh presiden terhadap kinerja menteri ternyata mengecewakan alias rapotnya merah, presiden dapat melakukan penggantian menteri tersebut. Bisa juga reshuffle dilakukan ketika menteri terlibat sebuah kasus yang terkait dengan masalah moralitas, misalnya perselingkuhan, korupsi dan kolusi, walaupun mungkin itu baru sebatas dugaan. Namun untuk mempertahankan wibawa pemerintahan, reshuffle perlu dilakukan.
Jeleknya kinerja menteri tidaklah dapat disalahkan 100% kepada menterinya itu sendiri. Seperti dalam sebuah permainan sepak bola, presiden mempunyai fungsi sebagai kapten sekaligus gelandang pengatur serangan dan ritme pertandingan. Presiden harus mampu mendorong dan memberikan dukungan kepada pemain-pemain yang lain agar dapat mencetak gol. Dalam hal ini presiden juag bertindak sebagai seorang manajer yang mampu mendorong menterinya untuk meningkatkan prestasinya. Presiden harus mampu menjadi penyemangat menterinya untuk kembali giat bekerja, dengan melakukan pengawasan secara ketat dan melakukan supervisi secara profesional. Presiden seharusnya tidak hanya mengkoordinasikan menterinya dengan rapat-rapat koordinasi saja, namun secara informal mampu memberikan pengawasan serta dorongan dalam berbagai kesempatan.
Kalau kita lihat pada diri SBY, maka seharusnya SBY segera mengubah gaya kepemimpinannya termasuk gaya manajerialnya. Presiden SBY harus tegas dan tidak boleh terlalu toleran dengan menterinya, termasuk menteri-menteri yang mewakili partai politik yang mendukungnya. Karena ketika mereka sudah masuk dalam lingkaran kabinet, mereka harus bekerja secara profesional. Presiden harus memposisikan sebagai pimpinannya tanpa harus ada rasa sungkan dengan partai menteri tersebut. Singkatnya presiden harus tegas, sehingga menteri akan cepat mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan.
Selain itu kita masih melihat presiden belum memposisikan sebagai problem solver dan decision maker. Seorang presiden, ketika mendapatkan sebuah permasalahan seharusnya bukan keluhan atau curhat yang keluar, namun dia harus dalam posisi tegas dan mampu berpikir tenang dan logis untuk segera memberikan jalan keluar. Apabila menghadapi permasalahan kemudian mengeluh dan curhat, bagaimana pun menteri-menterinya akan semakin tidak percaya diri juga.
Kita tahu, SBY ada presiden yang sangat pandai dalam berbicara dan pidato. Namun SBY harus tahu kapan dia harus berbicara dan apakah hal-hal apa saja yang layak disampaikan kepada publik. Materi yang disampaikan haruslah tegas khas seorang pemimpin dan menyampaikan langkah-langkah yang konkret dan strategis terkait dengan permasalahan yang dihadapi serta membawa optimisme akan adanya penyelesaian. Hal itulah yang akan mendorong menteri-menterinya semakin percaya diri, dan semakin berkinerja baik dan meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinannya.

RESHUFFLE


Reshuffle adalah satu kata yang akhir-akhir ini muncul ke permukaan warta di republik ini. Bahkan dapat dikatakan menjadi isu yang cukup panas untuk diangkat menjadi bahan pembicaraan di manapun. Makna reshuffle sendiri adalah tindakan presiden untuk melakukan pengantian atau rotasi atas menter-menterinya yang ada dalam kabinat. Dan untuk isu saat ini pengertianyang paling mudaha adalah isu penggantian menteri oleh presiden SBY. Sistem pemerintahan negara kita memberi presiden sebuah hak prerogratif untuk mengangkat, memberhentikan ataupun mengganti menterinya, karena mentri adalah pembantu presiden.
Dalam logika masyarakat secara umum, presiden adalah orang yang dipilih oleh rakyat untuk memimpin negara ini untuk membawa seluruh rakyat dalam kondisi adil dans ejahtera. Karena presiden tidak bisa bekerja sendiri maka dia harus mengangkat pembantunya sebagai menteri-menteri untuk melaksanakan tugas dan kewajiban presiden. Masih dalam logika sederhana lagi, seorang menteri haruslah seorang yang mempunyai kompetensi untuk melaksanakan sebagian sebagian tugas dan kewajiban presiden yang diberikan kepadanya. Konsekuensinya adalah seorang menteri haruslah orang-orang yang benar-benar profesional di bidangnya dan dianggap mampu melaksanakan tugas tersebut.
Apabila dikaitkan dengan hal tersebut, maka alasan reshuffle yang dibenarkan untuk dilakukan adalah ketika menteri yang berfungsi menjadi pembantu presiden tadi sudah tidak dapat untuk melaksanakan tugas presiden yang diamanahkan kepadanya. Dan saat itulah presiden dapat mengambil kebijakan untuk mengganti menteri tersebut. Untuk dapat mengetahui apakah seorang menteri sudah tidak dapat menjalankan tugas dan kewajibannya, presiden harus melakukan evaluasi. Evaluasi atas kinerja menteri harus dilakukan secara sistematis, rutin dan cermat, sehingga kinerja menteri dapat dinilai sewaktu-waktu. Evaluasi yang demikian akan mempermudah presiden dalam mengambil kebijakan perlunya reshuffle atau tidak, dan yang terpenting adalah reshuffle tersebut dapat dilakukan dengan tepat waktu.
Namun yang terjadi di negara kita berbeda, ada dua kali isu reshuffle yang pernah muncul dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jildi II ini, yaitu tahun lalu, ketika beberapa partai yang termasuk dalam koalisi bersuara “keras” atas kasus penyimpangan di Bank Century; dan yang kedua adalahminggu-minggu ketika beberapa menteri diindikasikan tersangkaut dalam beberapa kasus korupsi. Untuk kasus yang pertama, isu tersebut tidak sampai pada realisasi dilakukannya reshuffle, dan hanya memberikan kesan semacam gertak sambal dari presiden untuk partai-partai yang ada dalam kolalisi agar tidak terlalu vokal mengkritisi pemerintah. Pada waktu itu reshuffle hanyalah sebagai barang mainan politik untuk memperkuat kedudukan presiden sebagai kepala pemerintahan sebagai respon politik atas permasalahan yang dirasa membahayakan pemerintahan pada saat itu.
Untuk isu reshuffle jilid kedua, anginnya terasa semakin kencang. Beberapa menteri diduga terlibat dalam kasus korupsi yang dilakukan oleh bawahannya. Sebagai presiden yang pernah menyatakan akan memerangi segala macam bentuk korupsi, indikasi korupsi yang melibatkan menetri adalah sebuah aib yang sangat besar. Dengan alasan tersebut, saya melihat sudah cukup kuat alasan presiden untuk melaksanakan reshuffle. Beberapa yang diduga terlibat dalam aliran dana korupsi jelas harus segera diganti karena memang tidak sejalan apa yang tegaskan presiden di awal pemerintahannya.
Kembali ke pernyataan di awal tadi, saya berpendapat bahwa perlu sebuah evaluaisi yang menyeluruh, sistematis dan rutin, sehingga pertimbangan reshuffle tidak hanya didasarkan sebagai reaksi atas suatu peristiwa yang muncul dan menjadi berita panas di negeri ini. Walaupun hal tersebut sebenarnya tidak bisa disalahakan untuk dijadikan sebagai alasan presiden melakukan reshuffle.
Baiklah marilah kita tunggu apakah reshuffle kali ini benar-benar akan dilakukan oleh presiden SBY.

Selasa, 13 September 2011

KEONG RACUN


Menjelang bulan Ramadhan berakhir, biasanya para pembantu juga ikut mudik. Setelah jadwal mudik berakhir, para pembantu yang mudik tersebut ada yang balik ke rumah majikannya ataupun tidak balik.
Salah satu keluarga yang pembantunya mudik dan tidak balik adalah keluarga Pak Jito. Mau tidak mau dia harus mencari pembantu baru lagi, dan setelah beberapa waktu akhirnya didapatkan juga pembantu baru tersebut. Hari pertama, Bu Jito menjelaskan tugas-tugasnya, yang salah satunya adalah setiap sudah masuk jam tidur agar membujuk Anton untuk segera tidur.
Begitulah, pada malam harinya dia membujuk Anton untuk segera tidur,” Anton, ayo sudah malam, saat kamu tidur, ayo Mbak temani!” Tidak disangka Anton menjawab,” Huh, dasar keong racun, baru kenal sudah ngajak tidur.”

HARI MERDEKA


Bulan kemarin adalah bulan Agustus, suatu bulan bulan yang sangat tepat untuk meningkatkan rasa nasionalisme. Begitu pula di sebuah sekolah dasar, Bu Guru Yanti ingin menanamkan benih-benih nasionalisme di kalangan muridnya, salah satunya dengan meminta semua siswa untuk menyanyikan lagu perjuangan, Hari Merdeka ciptaan H. Mutahar.
Giliran pertama adalah Anton. Dengan langkah tegap dan gagah serta suara lantang, kemudian dia mulai bernyanyi,” Enam belas Agustus tahun empat lima.....” “Stop-stop...”Bu Guru Yanti menghentikan nyanyian Anton,” Salah Ton, bukan enam belas, tapi tujuh belas.” “Belum selesai Bu,” jawab Anton,” Bu Guru dengarkan dulu kelanjutannya, jangan dipotong kayak gitu.”
Kemudian Anton mulai lagi bernyanyi,” Enam belas Agustus tahun empat lima, besoknya hari kemerdekaan kita, hari merdeka.....”
Mendengar nyanyian Anton, semua hanya bisa tersenyum.

Rabu, 24 Agustus 2011

DOA RAMADHAN

Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Berkahilah hambaMu yang hari ini menjalankan puasa
Berkahilah hambaMu yang hari ini tilawah Al Qur’an
Berkahilah hambaMu yang hari ini berdzikir
Berkahilah hambaMu yang hari ini bertaubat
Berkahilah hambaMu yang hari ini berdoa
Berkahilah hambaMu yang hari ini berinfak
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Berkahilah hambaMu yang hari ini menjaga kehormatannya
Berkahilah hambaMu yang hari ini menjaga lisannya
Berkahilah hambaMu yang hari ini memaafkan kesalahan orang lain
Berkahilah hambaMu yang hari ini memberikan bantuan yang sangat diperlukan
Berkahilah hambaMu yang hari ini menolong kesulitan orang
Berkahilah hambaMu yang hari ini meringankan beban saudaranya
Ya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Berkahilah hambaMu yang hari ini meminta maaf padahal belum tentu ia bersalah
Berkahilah hambaMu yang hari ini menyambung silaturahim
Berkahilah hambaMu yang hari ini tersenyum ramah kepada semua manusia
Berkahilah hambaMu yang hari ini menyantuni keluarganya dengan kasih sayang
Berkahilah hambaMu yang hari ini mampu menahan amarah
Berkahilah hambaMu yang hari ini berlaku sopan dan tertib di jalan raya
Berkahilah hambaMu yang hari ini meninggalkan perbuatan tercela
Ya Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Doa
Berkahilah hambaMu yang hari ini menyatakan cinta kepada isterinya
Berkahilah hambaMu yang hari ini menyatakan sayang kepada suaminya
Berkahilah hambaMu yang hari ini mendidik anak-anaknya
Berkahilah hambaMu yang hari ini melaksanakan kewajibannya
Berkahilah hambaMu yang hari ini berlaku baik kepada tetangganya
Berkahilah hambaMu yang hari ini memuliakan tamunya
Berkahilah hambaMu yang hari ini bekerja mencari rezeki yang halal
Ya Allah Yang Maha Mengetahui segala kondisi hamba
Berkahilah hambaMu yang hari ini berolah raga menjaga kesehatannya
Berkahilah hambaMu yang hari ini melaksanakan shalat tarawih
Berkahilah hambaMu yang hari ini pergi ke masjid
Berkahilah hambaMu yang hari ini membersihkan rumah dan halamannya
Berkahilah hambaMu yang hari ini menimba ilmu
Berkahilah hambaMu yang hari ini berdakwah
Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum
Berkahilah hambaMu yang hari ini menghormati orang tuanya
Berkahilah hambaMu yang hari ini menyiapkan sahur untuk keluarganya
Berkahilah hambaMu yang hari ini memberikan makanan buka puasa
Berkahilah hambaMu yang hari ini bersabar atas kekurangan pasangannya
Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamin
Berkahilah hambaMu yang hari ini membaca tulisan ini
Berkahilah hambaMu yang hari ini menyebarkan doa ini kepada sahabatnya
Ya Allah Yang Maha Mengampuni segala dosa
Berkahilah kami semua
Aamiin.
(terima kasih Pak Cah atas ijin untuk copas doa ini)

Sabtu, 14 Mei 2011

Catatan Kecil tentang Lagu

Kata orang, di zaman sekarang, manusia dan musik adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Ibarat satu keping mata uang, sisi yang satu selalu akan disertai dengan sisi yang lainnya. Tanpa alunan musik dan untaian syair-syair lagu, manusia ibarat berjalan dalam sebuah padang yang gersang dan tandus. Seperti sebuah sayur tanpa garam. Ibarat minum kopi tanpa gula. Terasa pahit dan tidak menimbulkan selera. Bahkan secara ekstrim ada yang mengatakan, seperti kehidupan tanpa air, suatu perjalanan tanpa masa depan.

Banyak orang berpendapat, bahwa hidup ini kan terasa berwarna apabila lagu dan musik menjadi bagiannya. Suasana sedih akan berubah dengan sendiri menjadi gembira dengan alunan tembang. Suasana stress akan menjadi lega dengan sebuah dendangan yang menghibur. Suasana gembira akan menjadi kian ceria dengan lagu yang riang. Bahkan rasa takut akan dapat dilawan dengan sebuah mars yang menggelora. Dengan kata lain, musik dan lagu dapat digubah dan dinyanyikan untuk segala suasana.

Tidak kita pungkiri bahwa lagu adalah hiburan yang sangat ampuh untuk mengobati setiap duka. Lagu bisa menjadi penggugah inspirasi bagi pendengarnya. Lagu-lagu yang dikumandangkan oleh Ulli Sugar Rusadi akan menjadi inspirasi untuk mencintai alam ini dengan semestinya. Lagu juga bisa menjadi alat kritik bagi penguasa yang sudah kebal dengan unjuk rasa yang biasa. Kita bisa lihat kritik dan sindiran Iwan Fals dalam lagu-lagunya. Lagu juga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan cinta kita pada sesama bahkan kepada orang yang terdekat dengan kita. Banyak lagu yang bertemakan tentang ibu atau bunda. Lagu-lagu tersebut dipastikan akan berisi syair-syair pujian untuk bunda, syair yang mengingatkan betapa besar jasanya pada anaknya.

Berdendang dan bernyanyi bahkan sudah merupakan proses dari pendidkan yang diberikan orang tua kepada anaknya. Kasih sayang ibunda sudah diberikan kepada anaknya ketika masih dalam kandungan dengan memberikan alunan musik yang lembut. Dengan memperdengarkan lagu-lagu gubahan Mozart pada bayi yang dikandungnya, sang ibu berharap anaknya akan mendapatkan rasa kasih sayang yang cukup, bisa meningkatkan kecerdasan anak dan tentunya setelah anaknya lahir menjadi anak yang cerdas dengan masa depan yang cerah.

Namun apakah semuanya itu benar. Apakah lagu dapat memberikan memberikan kesembuhan pada seseorang yang sedang sakit? Apakah lagu dapat memberikan kecerdasan dan kelembutan pada bayi yang ada dalam kandungan? Apakah lagu dapat meningkatkan semangat untuk meningkatkan kehidupan? Apakah lagu dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi? Jawabannya tidak semuanya benar, bahkan mungkin ada lagu yang memberikan pengaruh jelek terhadap kejiwaan seseorang. Kadang ada syair lagu yang memberikan pengaruh pendengarnya menjadi cengeng, atau lagu juga bisa menjadikan pendengarnya menjadi beringas.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh John Hughes, seorang neurolog dan musikolog dari Medical Centre University, memberikan simpulan bahwa ada dua jenis lagu atau musik yang memberikan pengaruh baik terhadap otak dan kejiwaan seseorang. Yaitu lagu yang merangsang rohani dan lagu-lagu yang bernuansa keindahan.

Lagu yang merangsang rohani adalah lagu-lagu yang bisa membangkitkan pendengarnya untuk lebih dekat dengan penciptanya. Lagu jenis ini bisa mengingatkan manusia bahwa ada sebuah kekuasaan yang maha tingggi, yang dengan mudahnya dapat menggerakakn manusia sesuai dengan keinginaan-Nya. Lagu inilah yang bisa memdorong pendengarnya untuk lebih banyak melakukan aktivitas sptiritual dalam hubungannya dengan Tuhannya. Manusia akan terpacu untuk meningkatkan amal kesholehannya, karena lagu tersebut mengingatkan adanya sebuah kehidupan lain yang lebih kekal dan lebih indah. Lagu-lagu ini yang mampu merangsang rohani seseorang dan secara tidak langsung akan membangkitkan semangat manusia untk mengisi kehidupan dengan aktivitas positf dan mempunyai nilai dihadapan Tuhannya.

Selain itu, lagu yang mempunyai pengaruh baik terhadap kejiwaan manusia adalah lagu-lagu yang bernuansa keindahan. Lagu-lagu yang dapat mengingtakan akan pada indahnya alam, lagu-lagu yang dapat mengingatkan manusia akan indahnya persaudaraan dan persahabatan. Begitu pula lagu-lagu yang bercerita tentang kemuliaan dan jasa seseorang. Semua lagu yang bersyairkan tentang keindahan akan memberikan energi positif ke dalam diri manusia agar dia mencintai dan melakukan suatu perbuatan yang indah. Lagu-lagu dalam kriteria ini juga dapat meluluhkan kerasnya jiwa seseorang, karena mengandung pesan tentang indahnya rendah hati. Lagu ini dapat menghilangkan sifat kikir karena syair lagu ini berpesan tentang indahnya berbagi.

Tinggal kita mau pilih lagu yang mana???

Jumat, 06 Mei 2011

Pemimpin yang Rendah Diri

Salah satu sifat pemimpin yang sulit dicari saat-saat ini adalah pemimpin yang rendah hati. Pemimpin yang rendah hati adalah pemimpin yang memposisikan dirinya sebagai bagian dari sekelompok manusia dalam organisasi sehingga mampu memberikan dorongan dan bimbingan kepada orang-orang yang dipimpinnya, tanpa ada rasa canggung untuk memberikan penghargaan dan hak-haknya.

Seperti akar katanya, pemimpin berasal dari kata pimpin yang mendapat imbuhan em. Salah satu arti kata pimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah memegang tangan seseorang sambil berjalan untuk menuntun atau menunjukkan. Berangkat dari makna pimpin yang berarti memegang tangan seseorang untuk menuntun, dapat dikatakan bahwa apabila dilihat dari kesamaan saat gerak antara pemipim dan orang yang dipimpin, maka seorang pemimpin harus mempunyai posisi gerak yang sama. Mereka akan berjalan bersama-sama karena pemimpin akan bergerak mengikuti orang-orang yang dituntunnya. Pemimpin bukanlah orang yang berpikir hanya mempunyai hak untuk memerintah dan memiliki otoritas untuk meminta orang lain melakukan sesuatu. Ketika makna kepemimpinan hanya dipersempit sebagai sebuah otoritas untuk bisa menggerakkan bawahannya maka akan timbul sebuah konsep bahwa pemimpin harus pandai dan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.

Menjadi pemimpin yang rendah hati memerlukan sebuah proses. Rendah hati adalah sebuah moralitas yang kedudukannya sangat tinggi dalam sebuah kepemimpinan. Menjadi pemimpin adalah saat seseorang terpilih diantara orang-orang lain untuk menjadi pihak yang dianggap lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Dan saat itulah sebenarnya, seorang yang terpilih tadi diuji apakah dia mampu menghilangkan sikap lebih baik dan lebih tinggi ketika ia memandang orang lain yang tidak terpilih. Mampukah ia menggantinya dengan sikap rendah hati.

Jim Collins (2005) seperti ditulis oleh Fatchiah E. Kertamuda dalam rubrik Spirit Bisnis Indonesia Weekend, menyatakan bahwa pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu mengkombinasikan karakter rendah hati sebagai manusia dan sikap profesional sebagai seorang pemimpin, yang ia disebut dengan istilah executive. Untuk medapatkan level tersebut, seorang pemimpin harus melalui level-level sebelumnya. Menjadi pemimpin yang mempunyai karakter rendah hati dan profesional, seorang pemimpin harus melalui empat level dalam proses kepemimpinannya.

Level ke-1 adalah highy capable individual. Pada level ini, seorang pemimpin akan diuji kemampuan dan keterampilannya untuk memberikan kemajuan bagi organisasi yang dipimpinannya. Level ke-2 adalah contributing team member, yang mana seorang pemimpin dituntut agar mampu bekerja dalam sebuah tim dan bersama-sama melakukan usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Level ke-3 adalah competent manager, yang mana seorang pemimpin mampu mengorganisasi orang-orang yang dipimpinnya agar secara efektif dan efisien mampu meraih visi dan misi organisasi. Level ke-4 adalah effective leader. Pada level ke-4 ini, pemimpin harus mampu selalu memberikan motivasi dan semangat kerja kepada orang-orang yang dipimpinnya untuk memperoleh hasil yang optimal. Pemimpin yang hebat adalah ketika seorang pemimpin mampu melewati keempat level kepemimpinan tadi dan mampu menjadi pemimpin profesional yang rendah hati (humble).

Menjadi pemimpin yang rendah hati adalah sulit dan butuh perjuangan. Ia harus berusaha untuk bisa melewati kualifikasi-kualifikasi yang ditentukan pada level-level di bawahnya. Sulit bukan berarti tidak mungkin. Rendah hati adalah suatu sifat mulia yang bisa ditimbulkan dengan melatih seseorang untuk selalu bijaksana, tidak sombong, peduli kepada orang lain dan ikhlas dalam menjalanakan kepemimpinanannya. Sifat-sifat tersebut sebenarnya merupakan sifat dasar manusia yang mudah dan sederhana untuk diaplikasikan dalam proses kepemimpinannnya. Yang jelas, dengan selalu membiasakan mengendalikan diri dengan sifat-sifat ikhlas, peduli, berempati dengan orang-orang yang dipimpinannya maka dengan sendirinya akan memunculkan sifat rendah hati dalam karakter kepemimpinannya.

Sifat rendah ahti yang melekat kepada sebuah kepemimpinan akan melahirkan sebuah perilaku yang merupakan cerminan dari sifat positif pribadinya dan akan mampu membangkitkan semangat bekerja pada orang-orang yang dipimpinnya. Kita tidak bisa pungkiri bahwa memang banyak faktor yang membentuk sebuah karakater seorang pempimpin yang hebat, namun dengan rendah hati, paling tidak akan menjadi salah satu faktor penentu dalam mensukseskan amanah yang diberikan kepadanya sebagai seorang pemimpin.



tulisanku, 06-05-2011, 11.00 WIB



Rabu, 30 Maret 2011

Efek Doraemon

Membaca Sungguh-Sungguh Terjadi di Harian Kedaulatan Rakyat, saya sempat ngguya ngguyu dhewe. Mengapa? Karena beginilah kurang lebih bunyinya:

Menurut anak-anak di Jogja, Doraemon ternyata kucing asli Jawa, punya banyak ”saudara”, yang buta namanya Doraweruh, yang sakit-sakitan namanya Dorasehat, yang bodoh namanya Doramudheng, yang tak punya malu namanya Doraigedheg, yang suka bohong namanya Dorajujur, yang asal-asalan namanya Doranggenah, dan yang pelupa namanya Doraeling.


Kemudian coba saya berbagi ke teman-teman, ternyata banyak sekali tanggapan dan kembangannya, antar lain begini Karena Doraemon ditayangkan pada pagi hari, ternyata menimbulkan efek antara lain Doraadus, Dorasinau, Doranyapu, Dorasarapan dan lain-lain.


Salah satu teman malah berkomentar, untung tidak ditayangkan malam hari. Kalau malam hari maka efeknya Dorakelonan.




tulisanku, 30-03-2011, 14.00 WIB

Rabu, 16 Maret 2011

Tingkah Lucu Anak-Anak

Sepulang sekolah, anakku, Dafa, bercerita tentang kegiatan belajar pada hari itu. Hari itu, ibu guru mengevaluasi hasil ujian semester yang diselenggarakan oleh sekolah. Salah satu dari siswa yang menduduki peringkat 10 besar di kelas anakku adalah seorang murid laki-laki yang kebetulan warna kulitnya hitam (hmm...namanya lupa anak itu). Nah, kata anakku, salah satu temannya ditanya oleh gurunya tentang apa kelebihan dan kekurangan anak laki-laki tadi (tentunya terkait dengan prestasinya).

Kata anakku, anak yang ditanya tadi menjawab, “ Kelebihannya adalah kulitnya hitam” dan ketika ditanya kekurangannya, dijawab’ “Kurang putih.” Mendengar cerita tersebut, aku spontan tertawa ngakak.
Itu tadi cerita nyata alias bukan cerita fiksi.

Berikut inilah yang merupakan cerita fiksi

Ketika Pak Adhi sedang tidak berada di rumah karena sedang bekerja di kantor, ada seseorang yang datang ke rumahnya. Kebetulan yang ada di rumah adalah anaknya yang baru kelas 5 SD bernama Anton. Setelah tamu tadi mengetuk pintu dan kemudian dibukakan oleh Anton, si tamu bertanya, “Nak, ayahmu ada di rumah?” Anton menjawab, “ Tidak Pak, ayah saya masih dikantor.” “Hmm..begitu ya? Kalau begitu sampaikan ke ayah bahwa tadi ada tamu ke sini.” Anton kemudian menyahut,” Maaf Pak, nanti kalau bapak saya bertanya, Bapak ini siapa?” “ Bilang saja saya teman sekolah ayahmu waktu SD.”

Sepulang kerja, Anton langsung menyambut ayahnya dengan memberitahukan tentang tamunya tadi, “Yah, tadi ada tamu.” “ Siapa?” tanya ayahnya. “Katanya teman ayah waktu SD,” sahut Anton. “ Hmm....bagaimana ciri-cirinya?” tanya ayahnya lagi. Sambil mengingat-ingat, Anton menjawab,” Kepalanya sudah botak, mempunyai kumis dan jenggot yang panjang Yah.” Kemudian ayahnya berkata sambil lirih, “ Hmm..seingat ayah tidak ada teman SD yang kepalanya botak apalagi berkumis dan berjenggot.”
tulisanku, 16-03-2011, 18.04 WIB

Kamis, 10 Maret 2011

Tarif Kereta Api Naik setelah 2 Tahun Tidak Naik.....Benarkah?



Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan mengatakan, PT KAI bakal menaikkan tarif tiket untuk KA kelas eksekutif dan bisnis sebesar 5-10% mulai April 2011."Ini karena tarif kereta bisnis dan eksekutif dalam 2 tahun terakhir belum pernah naik," ujarnya. Jonan menuturkan, kenaikan tarif perlu dilakukan karena biaya operasional terus naik dan semua harga juga naik. "Terutama kenaikan harga suku cadang. Gaji pegawai pun naik. Jadi mau tidak mau tarif bakal dinaikkan," imbuh Jonan.

Itulah kutipan sebuah berita yang ada dalam sebuah situs di internet. Pertanyaannya adalah apakah betul selama dua tahun ini PT KAI belum pernah menaikkan harga tiket kereta api ?

Kita semua sepakat bahwa kereta api adalah alat angkutan yang murah dan terjangkau. Saya adalah salah satu pelanggan setia kereta api. Kereta api adalah moda angkutan yang hampir selalu saya gunakan setiap kali saya bepergian dari Yogyakarta ke Jakarta mulai bulan Oktober 2010. Dikarenakan tuntutan pekerjaan, saya harus wira wiri dari Yogyakarta ke Jakarta (keluarga tinggal di Yogyakarta dan tempat kerja saya di Jakarta) setiap pekannya. Setiap Jumat sore saya berangkat dari Jakarta dan setiap ahad sore saya berangkat dari Yogyakarta, sehingga sering dijuluki sebagai anggota PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad). Dengan pertimbangan harga tiket, maka alat transportasi yang saya gunakan adalah kereta api kelas bisnis biasanya, yaitu Senja Utama Yogya atau Senja Utama Solo.

Sebagai seorang PJKA, setiap rupiah yang saya keluarkan biasanya menjadi perhatian dan perhitungan saya. Dan sebagai seorang pelanggan kereta api tentunya saya pun mengoleksi tiket-tiket yang pernah saya beli dan saya gunakan.
Untuk kelas bisnis, dari beberapa koleksi tiket saya, awal Oktober 2010 harga tiket Senja Utama Yogya adalah Rp. 120.000,- dan tiket yang baru saja saya beli untuk perjalanan hari Jumat 18 Maret 2011 adalah Rp. 150.000,- atau dengan kata lain, dari Oktober 2010 sampai dengan bulan Maret 2011 sudah ada kenaikan Rp. 30.000,-.Tentunya saya membandingkan tiket yang sama yaitu untuk weekend atau akhir pekan (yang biasanya lebih mahal daripa tiket hari-hari biasa). Apabila kita hitung, antara Oktober 2010 s.d. Maret 2011, baru sekitar 1,5 tahun (belum ada 2 tahun), dan ada kenaikan harga tiket Rp. 30.000,- atau 25%.
Untuk kelas eksekutif, saya mengambil data harga tiket dari seorang teman yang biasa menggunakan kereta Taksaka Pagi. Tiket hari Jumat, 12 Februari 2010 adalah Rp. 230.000,- dan tiket untuk hari Jumat, 18 Maret 2011 adalag Rp. 280.000,- dengan kata lain ada kenaikan sebesar Rp. 50.000,- atau 22% dalam rentang waktu 1 tahun 1 bulan.
Persentase 25% untuk kelas bisnis dan 22% untuk kelas eksekutif bukanlah angka yang kecil. Angka tersebut siginifikan. Apakah angka kenaikan yang signifikan tersebut bukanlah sebuah kenaikan. Ataukah saya langsung simpulkan saja bahwa Direktur Utama PT KAI berbohong. "Ini karena tarif kereta bisnis dan eksekutif dalam 2 tahun terakhir belum pernah naik," ujarnya.

Mungkin bagi masyarakat umum atau pengguna kereta api lainnya tidak begitu memperhatikan hal tersebut, tapi bagi saya sebagai pelanggan utama bisa membuat perhitungan dan memberikan penilaian bahwa apa yang dikatakan oleh beliau tadi sangatlah membodohi masyarakat. Kalimat ini memberikan gambaran seolah-olah PT KAI selama ini masih menerapkan tarif yang meringankan masyarakat, seolah-olah selama ini PT KAI belum pernah menaikkan tarif keretanya. Lalu kenaikan selama ini apa? Apakah itu penyesuaian tarif, sebagai ganti kata kenaikan karena kata kenaikan begitu sensitifnya di telinga masyarakat. Masih mengutip perkataan beliau, kenaikan tersebut karena kenaikan harga suku cadang dan gaji pegawai, lalu apakah selama ini kenaikan tersebut karena untuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan, bukan karena efek kenaikan suku cadang dan gaji pegawainya. Apapun alasannya, bahasa yang mudah untuk kesimpulan saya adalah bohong kalau selama 2 tahun ini tiket kereta api kelas bisnis belum pernah dinaikkan.

Naik ataupun turun, sebenarnya bukan masalah bagi saya, dikarenakan tidak punya pilihan lain selain kereta api. Namun kenaikan tentunya harus diikuti dengan perbaikan layanan. Pelanggan adalah yang utama bagi PT KAI, merekalah yang selama ini menjadi sumber pundi-pundi bagi PT KAI. Manjakan mereka sehingga mereka merasa diperlakukan secara manusiawi oleh PT KAI. Saya merasa selama ini belum diperlakukan sebagai pelanggan yang baik. Masih ada hak-hak saya sebagai pelanggan yang belum diterima. Ada beberapa hal yang menurut saya patut menjadi catatan bagi PT KAI sebagai satu-satunya perusahaan angkutan perkerataapian di Indonesia, mulai dari peningkatan mutu layanan dan perbaikan sarana dan prasarana yang ada.

Pada awal waktu ketika saya menggunakan jasa kereta api saya masih merasakan kenyamanan di dalam perjalananan, walaupun (hanya) naik kereta bisinis. Namun akhir-akhir ini kenyamanan tersebut mulai saya rsakan berkurang. Banyak penumpang tanpa tempat duduk memenuhi gang dalam gerbong kereta. Mengapa saya katakan mereka mengganggu kenyamanan, karena mereka duduk di tempat yang semestinya bukan untuk duduk sehingga sangat smenganggu penumpang yang mendapatkan tempat duduk. Saya merasakan ketika akan ke kamar kecil, untuk sampai di kamar kecil harus melalui perjuangan lompat di sana dan di sini menghindari banyaknya penumpang yang duduk dan tiduran di gang. Belum lagi mereka yang tidur atau seenaknya memasukkan kakinya ke ruangan kaki yang seharusnya digunakan oleh penumpang yang memperoleh tempat duduk. Ditambah lagi dengan adanya kebijakan penumpang tanpa tempat duduk jumlahnya sampai dengan 50% kapasitas normal gerbong kereta. Anda bayangkan dalam satu gerbong yang seharsuny disii 64 orang, tapi masih harus menampung 32 orang yang tidak mendapatkan tempat duduk. Tentulah kenyamanan yang menjadi korbannya. Kenyamanan yang diinginkan oleh pelanggan setianya, dikorbankan dengan kepentingan mendapatkan pemasukan uang tiket sebanyak-banyaknya.

Memang kereta yang saya maksudkan adalah kelas bisnis. Tentunya berbeda dengan kelas eksekuitf tapi seharusnya juga berbeda dengan kelas ekonomi. Logikanya pelayanan yang diterima pun pertengahan antara dua kelas tersebut. Dengan kuota penumpang tanpa tempat duduk sampai dengan 50% dan ruang kosong dalam kereta yang terbatas tentunya hanya mempersamakan pelayanan layaknya kelas ekonomi. Memang pembatasan penumpang tanpa tempat duduk merupakan salah satu upaya memberikan kenyamanan kepada penumpang secara keseluruhan. Namun penentuan persentase maksimal banyaknya penumpang tanpa tempat itulah yang harus dipertimbangkan lagi oleh PT KAI. Perhitungan dengan seksama dengan memperhatikan ruangan yang tersisa dalam gerbong dan kenyamanan penumpang lainnya adalah sesuatu yang mutlak harus dipikirkan. Bukan hanya perhitungan berapa berat gerbong maksimal yang dapat ditarik oleh lokomotif saja. Apabila pertimbangannya hanyalah berapa beban muatan maksimal, maka pelayanan dan kenyamanan yang akan menjadi korban.

Salah satu alasan yang membuat saya memilih moda angkutan kereta api adalah sisi ketepatan waktunya dibandingkan dengan moda angkutan yang lain seperti travel atau bis. Berdasarkan pengalaman waktu perjalanan kereta api lebih tepat dibandingkan dengan moda angkutan yang lain. Namun saya sering bertanya-tanya, mengapa jadwal kedatangan kereta api selama saya menggunakan jasa angkutan ini belum pernah tepat sesuai dengan jadwal yang tertulis di tiket kereta. Satu kali pun saya belum pernah mengalami kedatanganan yang sama atau lebih cepat dari jadwal yang tercantum di tiketnya, sampai-sampai ada anekdot “itu ditulis supaya untuk mengetahui berapa menit atau jam keterlambatannya, bukan untuk menandai kapan kereta akan akan sampai di staisun tujuan”. Penulisan jadwal kedatangan dalam tiket tentunya bukan hal yang kebetulan saja, ada suatu perhitungan matematis (menurut PT KAI tentunya) sehingga dapat menuliskan jadwal tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa selalu (tidak pernah) terpenuhi? Mungkinkah perhitungannya yang salah atau masinis keretanya yang salah? Hanya PT KAI dan Allah yang tahu. Harapan saya tentunya jadwal tersebut menjadi sesuatu yang pasti dan dapat dijadikan acuan bagi pelangaan serta menjadi perhatian bagi PT KAI.

Tidaklah etis apabila hanya karena sebagai satu-satunya perusahaan jasa yang melayani angkutan kereta api dan tidak ada saingannya, maka kemudian mengorbanklan kualitas layanan kepada pelanggannya. Mau baik atau buruk pelayanannya, kereta api dimanapun akan tetap dicari masyarakat. Tapi citra yang baik akan lebih memberikan kesan wajah perusahaan yang baik di mata pelanggannya. Jangan sampai kelakar teman saya menjadi kenyataan dicaci tapi dicari, itulah kereta api.

Mudah-mudahan menjadi kritik yang membangun demi harapan pelanggan yang menunggu peningkatan pelayanan.



tulisanku, 10-03-2011, 14.00 WIB